4 Wisata Keraton di Kota Cirebon

Saat ini Cirebon menjadi salah kota tujuan untuk wisata jalan jalan dan wisata kuliner, karena perkembangan kota Cirebon makin bertambah baik.
Cirebon yang terletak di Jawa Barat, tepatnya berada di pesisir utara Pulau Jawa yang dikenal dengan jalur Pantura yang menghubungkan kota Jakarta Cirebon Semarang Surabaya; Cirebon menjadi kota ketiga dengan pembangunan pesat setelah kota Bandung dan Bekasi.
Ada pula yang menyebut Cirebon sebagai daerah tempat para Sunan tinggal, karena banyak ditemukan peninggal sejarah yang sangat menarik di kota ini.
Cirebon juga terkenal dengan batik, dan rotan nya.
Pada mulanya, Cirebon berasal dari kata Sarumban ( Caruban Nagari).
Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Lama-kelamaan Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang kemudian diberi nama Caruban (yang berarti bersatu padu, "Carub" dalam bahasa cirebon)
Diberi nama demikian karena di sana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa diantaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan unsur-unsur budaya bangsa Arab), agama, bahasa, dan adat istiadat.
Kemudian pelafalan kata caruban berubah lagi menjadi carbon dan kemudian cerbon.

Berikut adalah 4 Keraton yang berada di kota Cirebon
Masih terawat, dan masih dikunjungi para wisatawan, cocok bagi mereka yang suka melihat peninggalan sejarah masa lalu :

1. Keraton Kasepuhan
Inilah Keraton yang paling banyak dikunjungin wisatawan ke Cirebon, karena tempatnya yang terawat dan termegah.
Disetiap sudutnya, punya kenangan sejarah tersendiri.
Keraton Kasepuhan merupakan kerajaan Islam yang mana dulunya tinggal para pendiri Cirebon, dan juga merupakan pusat pemerintahan kasultanan Cirebon berdiri.
Keraton Kasepuhan banyak memiliki benda pusaka dan aneka lukisan koleksi kerajaan jaman dulu.
Salah satunya adalah Kereta Singa Barong yang dulunya adalah merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati.
Keraton Kasepuhan, di Jalan Jagasatru, Cirebon
Keraton Kasepuhan ini dibangun sekitar tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, yang merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati
Di Keraton Kasepuhan ini juga kita bisa melihat perpaduan indah antar budaya Jawa, Sunda, Cina, India, Arab dan Eropa.
Seperti Gerbang yang menyerupai pura di Bali, ukiran daun pintu gapura yang bergaya Eropa.
Pagar Siti Hingilnya dari keramik Cina.
Tembok bata merah khas Jawa yang mengelilingi keraton
Keberadaan dua patung macan putih di gerbang keraton itu melambangkan Kesultanan Cirebon merupakan penerus kerajaan Padjajaran yang terpengaruh dari agama Hindu pada masa itu.

2. Keraton Kanoman
Keraton Kanoman juga merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang cukup banyak dikunjungi wisatawan yang datang di Cirebon.
Keraton Kanoman pada mulanya adalah merupakan pusat peradaban Kesultanan Cirebon.
Tapi, seiring berjalan waktu dan perkembanganmua, Kesultanan Cirebon terpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon.
Keraton yang berdiri sekitar tahun 1588 oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya ini merupakan salah satu saksi sejarang perkembangan agama islam di Cirebon.
Salah satu benda penginggalan sejarah dari Keraton Kanoman adalah Kereta Perang Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana.
Di Keraton Kanoman ini terdapat bangsal Jinem, atau pendopo yang digunakan untuk menerima tamu, penobatan sultan dan pemberian restu acara seperti Maulid Nabi.
Pada dinding keraton terdapat hiasan berupa piring piring porselen asli Tiongkong.
Keraton Kanoman, di Jalan Winaon - Kanoman, Cirebon























3. Keraton Kacirebonan
Keraton Kacirebonan merupakan salah satu keraton di Cirebon yang juga menjadi objek kunjungan wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Cirebon.
Keraton Kacirebonan yang dibangun sekitar tahun 1800an ini mempunyai kenangan sejarah baik upacara adat, peninggalan benda sejarah seperti keris, wayang, gamelan, perlengkapan perang.
Peninggalan sejarah kebudayaan pada bangunan Keraton Kacirebonan ini terdapat percampuran gaya cina, jaman kolonial Belanda dan tradisional.

Terdapat beberapa bagian di komplek Keraton Kacirebonan, yaitu :
- Bangunan Induk, yang merupakan tempat tinggal sehari hari sultan beserta keluarganya.
- Gedong Ijo, merupakan bangunan menghadap timur yang ditempati keluarga sultan
- Pringgowati, yaitu ruang tengah yang terdapat benda benda kebesaran keraton
- Pinangeran, berfungsi sebagai tempat tinggal kerabat sultan dan tempat penyimpanan alat alat perayaan Muludan
- Kaputran dan Kaputren, merupakan tempat peristirahatan putra dan putri
Keraton Kacirebonan, di Jalan Pulasaren, Cirebon























4. Keraton Kaprabonan
Keraton Kaprabon adalah keraton yang paling kecil diantara 4 keraton yang ada di Cirebon.
Sebelum berdiri sendiri menjadi sebuah keraton, Kaprabonan merupakan sebuah padepokan untuk belajar keagamaan. Di dalam keraton ini tidak terdapat komponen-komponen seperti layaknya keraton. Saat ini keraton Kaprabonan lebih terlihat seperti pesanggrahan. Komponen yang ada hanya rumah dan Mushola kecil di samping rumah.Kaprabonan adalah peguron (tempat pembelajaran).
Keraton Kaprabonan mulai berdiri pada tahun 1696 M yang dipimpin oleh Pangeran Raja Adipati Kaprabon dengan cita-citanya mengembangkan agama Islam sesuai perjuangan para Waliyullah terdahulu, terutama karuhunnya Sunan Gunung Jati. Pada saat itu gejolak politik pemerintahan Belanda semakin memanas, dan perlawanan-perlawanan terhadap kolonial Belanda pun masih terus berjalan, sehingga Pangeran Raja Adipati Kaprabon ingin menjauhkan diri dari situasi tersebut dan selalu mengkhususkan diri (Mandita) dalam mengembangkan agama Islam kepada para murid-muridnya, beliau tetap mendukung perjuangan adiknya untuk mengusir kolonial Belanda walaupun tidak sampai berhasil karena pada saat itu kekuatan kolonial Belanda semakin besar dengan telah dibentuknya Pemerintahan Residen Belanda yang dipimpin oleh Delamoor. Kepemimpinan tersebut mempunyai pengaruh yang sangat kuat dengan politik pendekatan persuasif dengan Kesultanan dan para tokoh masyarakat pada saat itu.
Pangeran Raja Adipati Kaprabon tetap memegang komitmen melaksanakan amanat dari Gusti Susuhunan Jati Syech Syarief Hidayatullah, yaitu "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin".
Keraton Kaprabonan, di Jalan Lemahwungkung, Cirebon